review-film-argo

Review Film Argo. Film Argo yang dirilis pada 2012 kembali menjadi sorotan di akhir 2025 ini, terutama setelah sering dibahas ulang sebagai salah satu thriller sejarah terbaik dekade itu. Disutradarai dan dibintangi Ben Affleck sebagai agen CIA Tony Mendez, film ini mengisahkan operasi penyelamatan enam diplomat Amerika yang bersembunyi di Iran selama krisis sandera 1979-1980. Dengan durasi sekitar 120 menit, Argo sukses besar secara kritis dan komersial, meraup lebih dari 232 juta dolar secara global, serta memenangkan Oscar untuk Film Terbaik. Hingga kini, film ini tetap dihargai karena ketegangan dramatisnya yang nyaris sempurna dan penggambaran operasi intelijen yang unik.  BERITA BOLA

Operasi Penyelamatan yang Tak Biasa: Review Film Argo

Argo berpusat pada rencana gila Tony Mendez: menyamar sebagai kru film fiksi berjudul “Argo” untuk selundupkan enam diplomat dari Teheran. Ia bekerja sama dengan produser Hollywood untuk buat skrip, poster, dan iklan palsu agar operasi terlihat kredibel. Alur dibangun dengan paralel antara chaos di Iran—demonstrasi massa, eksekusi, dan paranoia revolusi—dengan persiapan santai di Los Angeles. Ketegangan memuncak saat tim tiba di bandara Teheran, di mana pemeriksaan ketat hampir gagalkan misi. Cerita ini terinspirasi kisah nyata yang baru dideklasifikasi, tapi ditambah dramatisasi untuk tingkatkan suspense, membuat penonton terus tegang meski tahu akhirnya sukses.

Penampilan Ensemble dan Arahan Affleck: Review Film Argo

Ben Affleck tampil solid sebagai Mendez—tenang, fokus, tapi manusiawi dengan keraguan internal. Ensemble cast kuat: Bryan Cranston sebagai atasan CIA yang skeptis tapi dukung, Alan Arkin dan John Goodman sebagai duo Hollywood yang sarkastik dan lucu, serta aktor pendukung seperti Tate Donovan dan Clea DuVall sebagai diplomat yang trauma. Chemistry mereka ciptakan keseimbangan antara humor kering—terutama adegan di kantor produser—dengan ketegangan politik. Affleck sebagai sutradara tunjukkan kemampuan matang: pacing ketat, editing tajam di klimaks bandara, dan sinematografi gelap yang tangkap nuansa paranoia 1979. Humor satire Hollywood jadi kontras cerdas dengan situasi hidup-mati di Iran.

Ketegangan Dramatis dan Relevansi Historis

Argo unggul dalam bangun suspense meski berbasis fakta—dari pemeriksaan paspor di bandara hingga telepon terakhir yang hampir gagal. Film ini soroti kreativitas intelijen saat teknologi minim, di mana kebohongan Hollywood jadi senjata utama. Tema moral tentang intervensi Amerika di Iran, harga revolusi, dan birokrasi CIA ditampilkan tanpa terlalu berat, tapi cukup provokatif. Di akhir 2025, relevansinya semakin terasa di tengah ketegangan geopolitik baru, mengingatkan bahwa operasi rahasia sering bergantung pada keberanian individu daripada rencana sempurna. Pujian Oscar untuk editing dan suara perkuat statusnya sebagai thriller yang tak hanya hibur tapi juga edukatif.

Kesimpulan

Argo tetap jadi mahakarya thriller sejarah yang menggabungkan fakta nyata dengan drama memikat. Dengan arahan presisi Ben Affleck, penampilan kuat ensemble, serta ketegangan yang tak pernah kendur, film ini sukses buat penonton merasa ikut tegang di setiap menit. Ia bukan sekadar cerita penyelamatan, tapi refleksi cerdas tentang kreativitas di balik operasi intelijen. Di era film sejarah sering sensasional, Argo terasa autentik dan timeless—wajib ditonton ulang bagi penggemar genre yang suka kombinasi suspense tinggi, humor pintar, dan kisah nyata yang lebih gila daripada fiksi.

BACA SELENGKAPNYA DI

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *