Review Film Squid Game: Fenomena Global 2021. Squid Game (오징어 게임) yang tayang perdana di Netflix pada 17 September 2021 langsung menjadi fenomena global tak terduga. Serial Korea karya Hwang Dong-hyuk ini berhasil mencetak rekor sebagai serial paling banyak ditonton dalam sejarah Netflix pada masa itu—lebih dari 142 juta akun rumah tangga menontonnya dalam 28 hari pertama. Dengan rating 94% di Rotten Tomatoes (kritikus) dan 94% dari penonton, serta skor 8.0/10 di IMDb, Squid Game bukan hanya sukses komersial, tapi juga budaya pop yang mengubah persepsi dunia terhadap drama Korea. Di tengah pandemi COVID-19, cerita tentang orang-orang biasa yang terjebak dalam permainan mematikan untuk hadiah besar justru terasa sangat relevan dan mengguncang. BERITA TERKINI
Kekuatan Narasi dan Kritik Sosial yang Tajam: Review Film Squid Game: Fenomena Global 2021
Cerita berpusat pada Seong Gi-hun (Lee Jung-jae), seorang pria berhutang besar yang hidup dalam kemiskinan setelah perceraian dan kegagalan bisnis. Ia menerima undangan misterius untuk ikut permainan anak-anak dengan hadiah 45,6 miliar won—tapi setiap kalah berarti mati. Dari 456 peserta, hanya satu yang bisa pulang hidup dengan uang itu. Yang membuat Squid Game begitu kuat adalah kritik sosialnya yang sangat tajam terhadap kapitalisme, kesenjangan kelas, dan keputusasaan ekonomi. Setiap permainan anak-anak (Red Light Green Light, Dalgona, Tug of War, Marbles, Glass Bridge, Squid Game) menjadi metafora brutal tentang kompetisi hidup di masyarakat modern. Peserta yang ikut bukan penjahat—mereka adalah korban sistem: pekerja migran, orang tua tunggal, pecandu judi, pengangguran. Hwang Dong-hyuk mengatakan bahwa ide ini lahir dari pengalaman pribadinya setelah krisis keuangan Asia 1997 dan krisis global 2008.
Performa Aktor dan Produksi yang Luar Biasa: Review Film Squid Game: Fenomena Global 2021
Lee Jung-jae sebagai Gi-hun memberikan penampilan karir terbaiknya—dari pria ceroboh yang putus asa, menjadi orang yang perlahan kehilangan kemanusiaannya. Park Hae-soo sebagai Cho Sang-woo (teman masa kecil Gi-hun) membawa karakter yang kompleks: pintar, ambisius, tapi juga tragis. Jung Ho-yeon sebagai Kang Sae-byeok (pekerja migran Korea Utara) mencuri perhatian dunia—karakternya yang dingin tapi penuh rasa sayang terhadap adiknya jadi salah satu yang paling ikonik. Produksi film ini juga sangat mengesankan: set permainan anak-anak yang cerah tapi mengerikan, kostum track suit hijau-merah yang langsung jadi tren global, dan musik latar karya Jung Jae-il (termasuk lagu “Fly Me to the Moon” versi piano yang haunting) semuanya saling melengkapi dengan sempurna.
Fenomena Budaya dan Pengaruh Global
Squid Game bukan hanya serial—ia jadi fenomena budaya global. Kostum track suit hijau-merah muncul di Halloween 2021 di seluruh dunia. Permainan Dalgona dan Red Light Green Light dimainkan kembali di TikTok dan YouTube. Frasa “Ojing-eo Geim” bahkan masuk ke kamus Oxford sebagai kata Korea pertama yang populer secara global. Netflix melaporkan serial ini ditonton di 94% negara yang tersedia layanan mereka. Film ini juga membuka pintu lebih lebar bagi konten Korea di pasar internasional—membuktikan bahwa cerita lokal dengan pesan universal bisa menembus batas bahasa dan budaya. Banyak kritikus menyebut Squid Game sebagai “Black Mirror versi Korea” karena satir sosialnya yang tajam terhadap kapitalisme dan kesenjangan kelas.
Kesimpulan
Squid Game pantas disebut sebagai fenomena global 2021 yang paling berpengaruh. Dengan narasi yang cerdas, kritik sosial yang tajam, performa aktor luar biasa, dan produksi yang apik, serial ini berhasil menciptakan pengalaman yang mencekam sekaligus menyentuh hati. Lee Jung-jae, Park Hae-soo, dan Jung Ho-yeon memberikan penampilan yang tak terlupakan, sementara Hwang Dong-hyuk berhasil menyampaikan pesan besar tentang ketidakadilan sosial melalui permainan anak-anak yang brutal. Bagi yang belum menonton, ini adalah serial yang wajib ditonton—bukan hanya karena hype-nya, tapi karena cerita dan pesannya yang sangat relevan. Bagi yang sudah menonton berkali-kali, setiap ulang tahun rilisnya tetap terasa seperti pengingat bahwa horor terbesar bukan zombie atau hantu, melainkan manusia itu sendiri. Squid Game bukan sekadar serial—ia adalah cermin gelap masyarakat modern yang masih sangat relevan hingga sekarang.
