Review Film Nope: Horor Sci-Fi Jordan Peele yang Unik. Nope (2022) karya Jordan Peele tetap menjadi salah satu film horor sci-fi paling orisinal dan ambisius dalam beberapa tahun terakhir. Hampir empat tahun setelah rilis, film ini masih sering dibicarakan karena berhasil menggabungkan elemen horor, misteri, dan komentar sosial dengan cara yang sangat khas Peele—penuh lapisan, visual memukau, dan twist yang tidak terduga. Dengan rating 6.8/10 di IMDb dan pujian luas atas sinematografi Hoyte van Hoytema serta performa Daniel Kaluuya dan Keke Palmer, Nope bukan horor konvensional yang mengandalkan jumpscare. Ia lebih mirip pernyataan artistik tentang eksploitasi, spekulasi, dan hubungan manusia dengan yang “tak terlihat”. Kisah tentang dua saudara yang menemukan makhluk misterius di langit peternakan mereka ini terasa segar sekaligus mengganggu. BERITA TERKINI
Plot yang Lambat Membara dan Penuh Misteri di Film Nope: Review Film Nope: Horor Sci-Fi Jordan Peele yang Unik
OJ Haywood (Daniel Kaluuya) dan Emerald Haywood (Keke Palmer) mewarisi peternakan kuda keluarga di Agua Dulce, California. Setelah kematian ayah mereka dalam insiden aneh, OJ mulai menyadari ada sesuatu yang salah di langit—cahaya aneh, suara mengerikan, dan kuda-kuda yang sering hilang. Mereka mencoba menjual rekaman fenomena itu ke Hollywood, tapi malah bertemu Ricky “Jupe” Park (Steven Yeun), mantan child star yang punya trauma masa kecil dan kini mengelola taman hiburan bertema UFO. Film ini berjalan lambat tapi sangat terjaga: Peele membangun ketegangan melalui detail kecil—awan yang tidak bergerak, suara klik-klik misterius, dan rasa tidak nyaman yang terus bertambah. Ketika akhirnya terungkap apa yang sebenarnya ada di langit, film berubah dari misteri menjadi komentar tentang eksploitasi dan “spektakel” yang manusia ciptakan untuk menghibur diri. Endingnya besar, visual, dan sangat memuaskan tanpa terasa murahan.
Penampilan Daniel Kaluuya dan Keke Palmer yang Menyatu di Film Nope: Review Film Nope: Horor Sci-Fi Jordan Peele yang Unik
Daniel Kaluuya sebagai OJ memberikan penampilan yang sangat terkendali dan penuh intensitas—pria pendiam yang lebih banyak bicara lewat mata dan gerakan tubuh. Ia berhasil membuat karakter yang awalnya terlihat biasa menjadi sangat menarik dan relatable. Keke Palmer sebagai Emerald adalah kejutan besar: energik, cerdas, dan penuh semangat—dia mencuri setiap adegan yang ia masuki dengan karisma alami. Chemistry saudara mereka terasa sangat nyata—dari saling ejek hingga saling melindungi di momen krusial. Steven Yeun sebagai Jupe juga luar biasa: mantan bintang cilik yang trauma tapi berusaha tetap relevan dengan cara yang salah. Sinematografi Hoyte van Hoytema (yang juga merekam Dune) sangat memukau—langit luas, siluet makhluk misterius, dan penggunaan warna dingin yang membuat setiap frame terasa seperti lukisan horor. Musik latar Michael Abels yang minimalis tapi menegangkan memperkuat rasa tidak nyaman sepanjang film.
Tema Eksploitasi, Spektakel, dan Yang Tak Terlihat
Nope bukan sekadar film tentang alien atau monster—ia adalah alegori tentang bagaimana manusia mengeksploitasi hal-hal yang tidak mereka pahami demi hiburan, uang, atau ketenaran. Peele menyentil budaya Hollywood, reality show, dan obsesi modern terhadap “konten viral”. Makhluk di langit bukan sekadar ancaman fisik—ia adalah simbol dari sesuatu yang lebih besar: rasa ingin tahu yang berubah menjadi eksploitasi, dan bahaya ketika kita memaksa “yang tak terlihat” untuk tampil demi kepuasan kita sendiri. Pesan akhirnya dingin tapi sangat kuat: terkadang hal terbaik adalah membiarkan misteri tetap menjadi misteri.
Kesimpulan
Nope adalah film yang langka: menyeramkan tanpa bergantung pada jumpscare murahan, cerdas tanpa pretensius, dan visual tanpa mengorbankan cerita. Penampilan luar biasa Daniel Kaluuya dan Keke Palmer, arahan Jordan Peele yang penuh visi, serta tema yang dalam membuat film ini layak disebut salah satu karya terbaiknya setelah Get Out dan Us. Jika kamu mencari horor sci-fi yang membuatmu tegang, berpikir, dan kagum pada visualnya, Nope adalah tontonan wajib. Film ini tidak memberikan akhir yang mudah atau monster yang jelas—ia justru meninggalkan rasa tidak nyaman yang lama hilang dan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya kita kejar di balik “spektakel”. Nonton sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali menonton ulang, kamu akan menemukan lapisan baru yang semakin mengganggu. Nope bukan sekadar film horor; ia adalah pernyataan artistik tentang eksploitasi, rasa ingin tahu manusia, dan bahaya ketika kita memaksa sesuatu yang tak terlihat untuk tampil demi hiburan kita sendiri.
