review-film-the-crown

Review Film The Crown. Serial The Crown yang berlangsung selama enam musim dari tahun 2016 hingga 2023 menyajikan drama sejarah megah tentang masa pemerintahan Ratu Elizabeth II, dimulai dari pernikahannya dengan Pangeran Philip pada 1947 hingga pernikahan Pangeran Charles dengan Camilla pada 2005, dengan penggantian pemeran utama setiap dua musim untuk menggambarkan penuaan karakter, sehingga menghadirkan potret intim tentang kehidupan kerajaan di balik intrik politik, konflik keluarga, dan perubahan zaman. BERITA BOLA

Alur Cerita dan Perkembangan Musim: Review Film The Crown

Serial ini mengikuti perjalanan Elizabeth dari ratu muda yang naik tahta di usia 25 tahun menghadapi perdana menteri seperti Winston Churchill hingga masa senja di mana ia menyaksikan skandal Diana serta modernisasi monarki, dengan musim awal fokus pada era pasca-perang dan hubungan saudara dengan Princess Margaret, sementara musim akhir menyoroti perceraian Charles-Diana serta kematian tragis Diana, di mana alur keseluruhan menggabungkan peristiwa besar seperti krisis Suez hingga hubungan pribadi yang penuh emosi dengan akhir reflektif tentang warisan ratu.

Penampilan Aktor dan Produksi: Review Film The Crown

Penggantian pemeran menjadi ciri khas, di mana Claire Foy memulai sebagai Elizabeth muda dengan kelembutan dan ketegasan yang memukau, dilanjutkan Olivia Colman yang membawa kedalaman emosional, serta Imelda Staunton di musim akhir dengan nuansa bijak namun rapuh, sementara pemeran pendukung seperti John Lithgow sebagai Churchill, Gillian Anderson sebagai Margaret Thatcher, serta Elizabeth Debicki sebagai Diana memberikan penjiwaan ikonik, didukung produksi mewah dengan kostum detail, set istana autentik, dan sinematografi indah yang membuatnya meraih puluhan penghargaan bergengsi.

Akurasi Sejarah dan Elemen Dramatis

Meski berbasis peristiwa nyata seperti naiknya Elizabeth ke takhta hingga dampak kematian Diana, serial ini sering mengambil kebebasan kreatif pada dialog pribadi dan momen intim yang tak terdokumentasi, sehingga percakapan serta beberapa subplot dibuat untuk menambah kedalaman emosional, sementara peristiwa publik seperti kunjungan kenegaraan atau skandal politik digambarkan cukup akurat, dengan kritik muncul terutama pada musim akhir karena dramatisasi berlebih yang kadang menyimpang dari fakta demi narasi lebih kuat.

Kesimpulan

The Crown tetap menjadi salah satu drama sejarah paling berpengaruh berkat kombinasi akting brilian, produksi kelas atas, serta kemampuan menyatukan fakta dan fiksi menjadi cerita mengharukan tentang tugas, pengorbanan, dan kemanusiaan di balik mahkota, meski musim terakhir menuai pendapat beragam, warisannya sebagai potret abadi monarki Inggris modern membuatnya wajib ditonton bagi penggemar sejarah dan drama berkualitas tinggi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *