Chicken Town
Chicken Town

Review Film Bioskop Tentang Chicken Town. Desember 2025 menjadi waktu pas untuk menonton ulang atau streaming “Chicken Town”, film komedi Inggris yang dirilis Juni lalu dan kini tersedia di platform digital setelah tayang terbatas di bioskop UK. Disutradarai Richard Bracewell, review film ini bawa cerita ringan tentang pemuda Jayce (Ethaniel Davy) yang baru keluar penjara salah tuduh, lalu gabung teman lama Paula (Amelie Davies) dan kakek Kev (Graham Fellows) untuk jual ganja tak sengaja tumbuh di kebun. Dengan vibe small-town crime caper yang charming, film ini raup pujian atas humor natural dan performa muda yang segar, meski durasi 89 menit terasa low-stakes. Di akhir tahun, “Chicken Town” tawarkan tawa ringan sebagai alternatif hiburan liburan, terutama bagi yang suka komedi quirky ala Shane Meadows atau Coen Brothers.

Sinopsis dan Gaya Narasi Film Chicken Town yang Menyenangkan

Cerita berlatar di kota kecil East England, di mana Jayce kembali setelah dipenjara karena kecelakaan yang sebenarnya dilakukan sahabatnya Lee (Ramy Ben Fredj), pewaris kerajaan peternakan ayam baterai berhubungan kriminal. Jayce bertemu Paula dan Kev—kakek pensiunan yang tanpa sadar tanam ganja berkualitas tinggi di allotment-nya. Trio unlikely ini bentuk aliansi lintas generasi untuk jual barang, sambil hadapi ancaman dari keluarga Lee yang powerful.

Narasi sederhana tapi penuh twist lucu: dari knob jokes hingga situasi absurd seperti mekanik konspirasi (Laurence Rickard cameo). Bracewell jaga tone light-hearted, tanpa kekerasan berat—semua lebih ke crap criminals yang sweet di baliknya. Ending wholesome, fokus pada redemption dan found family, bikin film terasa hangat meski tema drug dealing.

Kekuatan Performa dan Humor yang Natural

Performa jadi andalan: Ethaniel Davy bawa energi segar sebagai Jayce yang wronged tapi resilient, sementara Amelie Davies tambah chemistry kuat sebagai Paula yang tough. Graham Fellows curi hati sebagai Kev yang clueless tapi endearing, dukung aktor veteran seperti Alistair Green. Skor Bernard Hughes sprightly tambah vibe ceria, sementara sinematografi tangkap suburban landscape Norfolk dengan indah—dari allotment hijau hingga caravan sepi.

Humor datang dari dialog easygoing dan situasi daft: punny jokes soal weed, interaksi generasi gap, dan satire ringan soal small-town life. Tak ada over-the-top violence, malah lebih ke charm karakter yang bikin tertawa natural—mirip early British indie comedy.

Penerimaan dan Relevansi Film Chicken Town Saat Ini

Respons campur tapi condong positif: banyak puji sebagai “endearingly daft” dan “shedful of charm”, dengan sparkly young cast dan laughs mudah. Kritik minor soal plot kurang fokus atau dialog creaky, tapi overall likeable sebagai low-budget gem. Di Desember 2025, saat orang cari tontonan santai pasca-liburan, “Chicken Town” tawarkan escapism fun tanpa pretensi—cocok streaming untuk malam rileks.

Film ini bukti indie UK masih bisa deliver heart dan conscience di tengah blockbuster besar, dengan pesan soal family contradictions yang relatable.

Kesimpulan

“Chicken Town” adalah komedi kecil yang menyenangkan, penuh charm dari trio utama dan humor daft yang tak memaksa. Meski tak revolutionary, ia berhasil jadi feel-good watch dengan pesan redemption dan found family yang hangat. Di akhir 2025, film ini reminder bahwa cerita sederhana bisa bikin hari lebih cerah—wajib bagi penggemar British comedy quirky. Streaming sekarang, dan nikmati shed full of laughs di kota ayam ini.

Baca Selengkapnya Hanya di…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *