Review Film Kingdom Apes: Evolusi Para Kera. Kingdom of the Planet of the Apes tayang di bioskop pada 10 Mei 2024, menjadi babak baru dalam franchise Planet of the Apes reboot yang sudah berjalan sejak 2011. Berlatar beberapa generasi setelah kematian Caesar, film berdurasi 145 menit ini disutradarai Wes Ball dan dibintangi Owen Teague sebagai Noa, seekor kera muda dari suku Eagle Clan yang damai. Dengan skor Rotten Tomatoes Certified Fresh sekitar 80-87% dari ratusan review kritikus dan audience score tinggi, film ini berhasil membawa angin segar ke seri sambil mempertahankan elemen visual memukau dan performa motion-capture luar biasa. Meski tidak mencapai puncak trilogi Caesar yang dipimpin Andy Serkis, Kingdom tetap jadi entri solid yang penuh aksi, emosi, dan pertanyaan filosofis tentang kekuasaan serta evolusi. Ini adalah petualangan epik yang membuktikan franchise ini masih punya nyawa kuat, dengan box office global mencapai ratusan juta dolar. REVIEW FILM
Alur Cerita dan Plot: Review Film Kingdom Apes: Evolusi Para Kera
Cerita berlatar ratusan tahun setelah Caesar, di mana kera telah menjadi spesies dominan yang hidup harmonis, sementara manusia mundur ke bayang-bayang sebagai makhluk liar. Noa, pemuda kera dari suku Eagle Clan, menjalani kehidupan sederhana hingga serangan dari kelompok kera tirani pimpinan Proximus Caesar (Kevin Durand) menghancurkan desanya dan menculik anggota sukunya. Noa memulai perjalanan berbahaya untuk menyelamatkan mereka, bertemu Mae (Freya Allan), manusia misterius yang bisa berbicara, serta Raka (Peter Macon), kera bijak yang menghormati ajaran Caesar. Plot mengikuti pola hero’s journey klasik: Noa belajar tentang sejarah Caesar melalui legenda, menghadapi tirani yang memutarbalikkan ajaran “Ape not kill ape” untuk membangun kerajaan, dan mempertanyakan nilai-nilai yang diwariskan. Ada elemen petualangan seperti penjelajahan reruntuhan kota manusia yang ditumbuhi alam, pertarungan epik, dan momen emosional tentang kehilangan serta penebusan. Meski beberapa bagian tengah terasa lambat dan predictable, klimaksnya intens dengan aksi besar dan twist yang menghormati warisan franchise. Secara keseluruhan, cerita membuka era baru sambil tetap terhubung dengan tema inti: kekuasaan korup, warisan pemimpin, dan hubungan kera-manusia yang rumit.
Pemeran dan Penampilan: Review Film Kingdom Apes: Evolusi Para Kera
Owen Teague sebagai Noa memberikan performa motion-capture yang menonjol—ia berhasil menyampaikan rasa ingin tahu, keberanian, dan keraguan seorang pemuda kera dengan ekspresi halus dan gerakan alami. Ini adalah peran utama pertamanya yang besar, dan ia membawa karisma yang membuat penonton rooting sejak awal. Freya Allan sebagai Mae menambah dinamika manusia-kera yang menarik, dengan chemistry kuat bersama Teague meski dialog terbatas. Kevin Durand sebagai Proximus Caesar mencuri perhatian sebagai antagonis karismatik tapi kejam, memerankan tiran yang memuja Caesar tapi menyalahgunakan ajarannya. Peter Macon sebagai Raka memberikan nuansa bijak dan hangat, sementara William H. Macy dalam peran manusia pendukung menambah lapisan. Seluruh cast motion-capture—termasuk Weta FX yang luar biasa—membuat kera terasa hidup dan emosional, dengan detail bulu, mata, dan gerak yang setara Avatar-level. Visual efek jadi salah satu kekuatan terbesar film ini, membuat dunia pasca-apokaliptik terasa nyata dan indah.
Elemen Evolusi dan Aksi
Judul “Evolusi Para Kera” sangat pas karena film ini mengeksplorasi bagaimana masyarakat kera berevolusi setelah Caesar: dari utopia damai menjadi konflik internal antara suku-suku, ambisi kekuasaan, dan pertanyaan apakah kera akan mengulang kesalahan manusia. Ada kritik tajam tentang tirani yang lahir dari interpretasi salah terhadap sejarah, serta hubungan kera-manusia yang mulai berubah. Aksi tetap jadi highlight—pertarungan gerilya, pengejaran di reruntuhan, dan klimaks besar dengan efek visual memukau. Film ini menyeimbangkan momen tenang (seperti Noa belajar tentang masa lalu) dengan adegan intens, meski beberapa bagian terasa kurang inovatif dibanding trilogi Reeves. Namun, warisan Caesar tetap terasa kuat melalui flashback dan filosofi “Ape together strong” yang diuji ulang. Secara keseluruhan, ini adalah evolusi franchise yang sukses: visual stunning, performa emosional, dan aksi top-notch, meski plot kadang predictable.
Kesimpulan
Kingdom of the Planet of the Apes adalah tambahan yang solid dan menghibur untuk franchise Planet of the Apes, berhasil membuka era baru dengan karakter segar, visual memukau, dan tema evolusi yang mendalam. Owen Teague cs menyajikan performa motion-capture luar biasa, sementara Wes Ball membawa energi baru tanpa kehilangan esensi seri. Meski tidak sekuat trilogi Caesar dan ada momen lambat, film ini tetap thrilling, emosional, dan layak ditonton di layar lebar. Bagi penggemar sci-fi action atau yang menyukai cerita tentang kekuasaan serta warisan, ini jadi pilihan tepat. Skor keseluruhan: 8/10, evolusi para kera yang patut dirayakan—franchise ini masih punya banyak cerita untuk diceritakan.
