review-film-supergirl-woman-of-tomorrow-bikin-merinding

Review Film Supergirl – Woman of Tomorrow: Bikin Merinding. Supergirl akhirnya mendarat di bioskop pada 26 Juni 2026, membawa Kara Zor-El dalam versi yang jauh lebih gelap dan kompleks dibandingkan citra cerah klasiknya. Disutradarai Craig Gillespie dari skenario Ana Nogueira, film ini mengadaptasi miniseries komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely. Milly Alcock, yang sempat muncul singkat di Superman (2025), kini memimpin sebagai Kara—seorang Kryptonian yang trauma, penuh dendam, dan siap mengejar keadilan lintas galaksi. Teaser resmi yang rilis akhir 2025 langsunag viral, menampilkan penerbangan epik, Jason Momoa sebagai Lobo yang brutal, serta nada yang lebih dewasa dan emosional. Film ini bukan sekadar superhero biasa; ia menjanjikan perjalanan balas dendam interstellar yang bikin merinding sekaligus menyentuh. BERITA BASKET

Plot dan Tema yang Mendalam Film Supergirl – Women of Tomorrow: Review Film Supergirl – Woman of Tomorrow: Bikin Merinding

Cerita berfokus pada Kara Zor-El yang, setelah ancaman kejam dari musuh tak terduga—Krem of the Yellow Hills, diperankan Matthias Schoenaerts—menyerang terlalu dekat dengan rumahnya, memicu perjalanan balas dendam. Ia terpaksa bersekutu dengan Ruthye Marye Knoll (Eve Ridley), seorang pendamping tak terduga yang membawa perspektif segar dan kontras emosional. Perjalanan mereka melintasi angkasa, menghadapi bahaya kosmik, sambil Kara bergulat dengan luka masa lalu: kehancuran Krypton, perbedaan dengan sepupunya Superman, dan pandangan dunia yang lebih sinis.

Berbeda dari Superman yang melihat kebaikan, Kara melihat kebenaran mentah—sebuah tema yang kuat dari komik aslinya. Ada momen-momen intens di mana Kara menunjukkan sisi antihero: kekerasan yang lebih realistis, keraguan moral, dan pencarian identitas. Jason Momoa sebagai Lobo membawa chaos khasnya—penampilan liar, humor kasar, dan kekuatan destruktif yang jadi penyeimbang sempurna bagi Kara yang serius. Penampilan Alcock dipuji karena membawa kedalaman: ia bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga rapuh secara emosional, membuat penonton ikut merasakan beban yang dipikulnya.

Visual, Aksi, dan Performa Aktor Film supergirl – Women of Tomorrow

Secara visual, Supergirl menawarkan pemandangan luar angkasa yang megah dan sinematografi gelap yang kontras dengan warna cerah Kryptonian. Trailer menampilkan adegan penerbangan Kara yang memukau, pertarungan brutal melawan bajak laut antargalaksi, serta efek khusus yang memadukan sci-fi epik dengan nuansa gritty. Desain kostum Supergirl terasa lebih praktis dan battle-worn, mencerminkan tone dewasa film ini.

Performa aktor jadi salah satu kekuatan utama. Milly Alcock membuktikan dirinya sebagai pilihan sempurna—ekspresinya menyampaikan trauma, kemarahan, dan harapan dengan subtil tapi kuat. Jason Momoa sebagai Lobo mencuri perhatian dengan energi liarnya, membawa humor hitam yang meringankan ketegangan tanpa merusak nada serius. Matthias Schoenaerts sebagai Krem memberikan ancaman nyata, sementara Eve Ridley sebagai Ruthye menambah lapisan hangat dan pertumbuhan karakter. David Krumholtz (Zor-El) dan Emily Beecham (Alura In-Ze) memberikan kedalaman keluarga melalui flashback emosional. Secara keseluruhan, chemistry antar karakter terasa autentik, membuat perjalanan mereka terasa personal dan mendalam.

Kesimpulan: Review Film Supergirl – Woman of Tomorrow: Bikin Merinding

Supergirl – Woman of Tomorrow berhasil menjadi salah satu entri paling berani di DC Universe baru. Ia tidak takut mengeksplorasi sisi gelap superhero, menjadikan Kara sebagai pahlawan yang relatable—penuh luka tapi tetap berjuang. Balas dendam interstellar-nya dikemas dengan aksi spektakuler, visual memukau, dan emosi yang dalam, membuat penonton merinding sepanjang film. Bagi penggemar komik Tom King, ini adaptasi setia yang menghormati esensi cerita; bagi penonton umum, ini pengantar kuat ke Supergirl yang berbeda dari yang pernah ada.

Dengan penampilan standout Milly Alcock dan Jason Momoa, serta arahan Craig Gillespie yang solid, film ini layak ditonton di layar lebar—terutama IMAX untuk merasakan skala galaksinya. Supergirl bukan hanya tentang terbang; ia tentang bangkit dari kegelapan. Siapkan diri untuk merinding, karena Kara Zor-El telah tiba—dan ia datang dengan dendam yang tak terlupakan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *