review-film-teman-tapi-menikah

Review Film Teman Tapi Menikah. Film Teman Tapi Menikah yang dirilis pada 2018 kembali menjadi pembicaraan di awal 2026. Kisah romansa berbasis kisah nyata ini sering ditayangkan ulang di platform digital, membangkitkan nostalgia tentang friendzone yang berujung manis. Diadaptasi dari novel karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion, film ini sukses besar dengan lebih dari 1,7 juta penonton saat pertama tayang, menjadikannya salah satu romcom Indonesia terlaris era itu. Kini, cerita Ditto dan Ayu masih relatable, terutama bagi generasi muda yang pernah mengalami persahabatan berubah jadi cinta. MAKNA LAGU

Plot dan Karakter Utama: Review Film Teman Tapi Menikah

Cerita mengikuti Ditto, pemuda yang diam-diam mencintai sahabatnya Ayu sejak SMP. Mereka selalu bersama, dari curhat hingga double date, tapi Ayu hanya melihat Ditto sebagai teman dekat. Ditto berusaha mendekati Ayu dengan berbagai cara, termasuk bergabung band dan jadi musisi perkusi, tapi tetap terjebak friendzone. Konflik memuncak saat Ayu mau menikah dengan pria lain yang dianggap sempurna, memaksa Ditto ungkap perasaannya.

Adipati Dolken memerankan Ditto dengan natural dan relatable, menampilkan pria sabar tapi penuh perjuangan. Vanesha Prescilla sebagai Ayu tampil ceria dan polos, membuat karakternya mudah disukai. Karakter pendukung seperti teman sekolah dan keluarga menambah humor serta dinamika persahabatan. Chemistry kedua aktor utama kuat, membuat penonton ikut gemas dengan proses dari teman jadi kekasih.

Elemen Nostalgia dan Romantis: Review Film Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah unggul dalam menggambarkan persahabatan remaja era 2000-an akhir hingga 2010-an, dari masa SMP, SMA, hingga kuliah. Nuansa nostalgia kuat melalui adegan curhat, nongkrong, dan pacaran ala anak muda tanpa drama berat. Romansa di sini sederhana tapi mengena, fokus pada perjuangan cinta diam-diam yang akhirnya terbalas, tanpa konflik toksik.

Disutradarai Rako Prijanto, film ini menyajikan tempo mengalir dengan dialog witty dan situasi relatable. Soundtrack ringan memperkuat emosi, membuat cerita terasa hangat seperti kisah nyata yang dekat dengan penonton. Elemen ini yang membuat film timeless, cocok untuk nostalgia masa sahabat dekat.

Kelebihan dan Kritik

Film ini dipuji karena kesetiaan pada kisah asli, chemistry Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla yang alami, serta pesan positif tentang kesabaran dalam cinta. Banyak penonton terhibur sekaligus haru, terutama dengan akhir manis yang bikin senyum. Kesuksesan box office membuktikan daya tariknya sebagai romcom berkualitas.

Namun, beberapa kritik bilang plot agak klise dengan konflik friendzone yang predictable, serta pendalaman emosi kadang kurang tajam. Adegan tertentu terasa ringan tanpa greget besar, membuat sebagian penonton merasa cerita terlalu aman. Meski begitu, kekurangan ini tak mengurangi kesan keseluruhan sebagai hiburan ringan yang menyentuh.

Kesimpulan

Teman Tapi Menikah tetap jadi favorit romansa Indonesia yang abadi di awal 2026 ini. Kisah Ditto dan Ayu mengingatkan bahwa cinta terbaik sering dari sahabat terdekat, meski butuh waktu lama untuk sadar. Dengan nostalgia kuat, akting memikat, dan pesan sederhana, film ini layak ditonton ulang untuk merasakan kembali kehangatan persahabatan berubah cinta. Secara keseluruhan, ini adalah romcom klasik yang berhasil bikin hati hangat, cocok bagi siapa saja yang pernah friendzone atau rindu masa muda.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *