Sisu: Road to Revenge
Sisu: Road to Revenge

Review Film Terbaru Sisu: Road to Revenge. Desember 2025 menjadi momen spesial bagi pecinta film action ketika “Sisu: Road to Revenge” resmi rilis digital pada 16 Desember, hanya beberapa minggu setelah tayang di bioskop November lalu. Sekuel dari hit 2022 “Sisu” ini, disutradarai lagi oleh Jalmari Helander, membawa kembali Jorma Tommila sebagai Aatami Korpi, “pria yang tak mau mati”. Kali ini, ia berhadapan dengan tentara Soviet pasca-Perang Dunia II dalam chase brutal lintas negara. Dengan rating 94% di Rotten Tomatoes dan pujian sebagai “wall-to-wall action event”, review film ini langsung jadi buruan streaming. Baru saja tersedia untuk dibeli atau disewa secara digital, “Sisu: Road to Revenge” tawarkan kekerasan over-the-top yang lebih besar, lebih gila, dan lebih menghibur daripada pendahulunya.

Sinopsis dan Elemen Cerita Sisu: Road to Revenge yang Menonjol

Cerita dimulai pasca-perang, saat Aatami kembali ke rumah keluarganya yang hancur di wilayah bekas Finlandia yang kini dikuasai Soviet. Ia membongkar rumah beam demi beam untuk dibawa dan dibangun ulang di tempat aman, sebagai penghormatan terakhir pada keluarga yang dibantai. Sayangnya, komandan Red Army bernama Igor Draganov—diperankan Stephen Lang—yang bertanggung jawab atas pembantaian itu, lolos dari penjara dan langsung memburu Aatami untuk menyelesaikan pekerjaan.

Film ini dibagi chapter seperti pendahulunya, tapi fokus utama adalah one long chase: dari motor, truk, kereta, hingga pesawat tempur. Ada momen “Motor Mayhem” yang mirip Mad Max: Fury Road, di mana Aatami gunakan muatan kayu untuk trik cerdas lawan musuh. Stephen Lang tampil memukau sebagai villain over-the-top dengan aksen Rusia tebal, sementara Richard Brake sebagai perwira KGB tambah intensitas. Durasi hanya 88 menit membuatnya padat, tanpa filler—langsung ke action visceral yang bikin penonton bergidik sekaligus tertawa.

Kekuatan Action dan Gaya Sutradara Film Sisu: Road to Revenge

Jalmari Helander naikkan taruhan di sekuel ini: lebih bombastis, lebih kreatif dalam kill scenes, dan lebih berani campur humor slapstick ala Looney Tunes atau Buster Keaton. Ada stunt gila seperti Aatami navigasi ruang penuh tentara tidur, atau gunakan pesawat Soviet sebagai “ramp” tak terduga. Sinematografi Mika Orasmaa tangkap lanskap Estonia yang luas dan mencekam, bikin chase terasa epik meski budget tak sebesar blockbuster Hollywood.

Kekerasan di sini ekstrem—darah berceceran, tubuh remuk, tapi disajikan dengan cara kartunis yang tak terlalu disturbing. Banyak yang bilang ini seperti “Evil Dead 2” versi action: lebih besar, lebih lucu, dan lebih confident. Musik Juri Seppa dan Tuomas Wainola tambah adrenalin, campur throat singing dan whistling ala spaghetti western. Hasilnya, film yang propulsive, tak pernah kasih penonton jeda untuk bernapas.

Penerimaan dan Relevansi Saat Ini

Rilis digital tepat waktu di akhir tahun membuat “Sisu: Road to Revenge” jadi pilihan hiburan liburan bagi yang suka action hardcore. Meski box office awal tak sebesar ekspektasi—sekitar $2.6 juta di opening weekend—respons kritikus luar biasa, dengan konsensus “consistently and creatively kills the competition”. Banyak yang anggap ini salah satu action terbaik 2025, homage sukses ke klasik seperti Fury Road atau Rambo, tapi dengan sentuhan Finlandia yang unik.

Di era film superhero yang sering repetitif, sekuel ini segar karena komitmen pada praktikal stunt dan narasi sederhana: satu pria vs pasukan, tanpa dialog berlebih. Aatami tetap ikon diam yang tangguh, tapi kali ini ada sentuhan emosional lebih dalam soal kehilangan keluarga—termasuk anjing setia yang selamat.

Kesimpulan

“Sisu: Road to Revenge” bukti bahwa sekuel bisa lebih baik daripada aslinya jika berani escalate tanpa kehilangan esensi. Dengan action nonstop, villain memorable, dan eksekusi brilian, film ini wajib ditonton bagi penggemar genre revenge. Sekarang tersedia digital, ini kesempatan sempurna untuk marathon bareng “Sisu” pertama. Helander ciptakan tontonan yang absurd tapi memuaskan, ingatkan kita bahwa kadang, yang dibutuhkan hanyalah pria tua, truk, dan tekad tak tergoyahkan. Di 2025 yang penuh film megah, ini hidden gem yang bikin adrenalin meledak—jangan lewatkan.

Baca Selengkapnya Hanya di…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *