Review Film The Apprentice: Trump Muda yang Berbahaya

Review Film The Apprentice: Trump Muda yang Berbahaya. The Apprentice tayang perdana di Cannes Film Festival pada Mei 2024 dan rilis luas di bioskop Amerika pada 11 Oktober 2024, langsung memicu kontroversi besar. Film biografi ini disutradarai Ali Abbasi, sutradara Iran-Swedia yang dikenal dengan karya-karya gelap seperti Holy Spider. Berdurasi 120 menit, cerita mengikuti Donald Trump muda (Sebastian Stan) yang belajar seni negosiasi kejam dari mentornya Roy Cohn (Jeremy Strong). Dengan Maria Bakalova sebagai Ivana Trump dan Martin Donovan sebagai Fred Trump Sr., film ini mendapat sambutan beragam: skor Rotten Tomatoes 78% dari kritikus dan audience score 62%, dengan pujian atas performa aktor tapi kritik karena dianggap bias politik dan terlalu sensational. Meski Trump menggugat untuk menghentikan rilisnya, film ini tetap jadi pembicaraan hangat karena penggambaran ambisi berbahaya yang terasa relevan dengan situasi politik AS saat ini. REVIEW FILM

Alur Cerita dan Plot: Review Film The Apprentice: Trump Muda yang Berbahaya

Film dimulai dari Trump muda di tahun 1970-an, yang bekerja di perusahaan ayahnya sambil berusaha membangun nama sendiri di New York. Ia bertemu Cohn, pengacara kontroversial yang dikenal karena perannya dalam McCarthyism dan kasus-kasus korupsi. Cohn menjadi mentor Trump, mengajarinya tiga aturan utama: serang dulu, jangan pernah minta maaf, dan klaim kemenangan walau kalah. Plot mengikuti kenaikan Trump dari developer properti biasa menjadi sosok ambisius yang membangun Trump Tower melalui negosiasi licik, manipulasi hukum, dan hubungan dengan mafia. Ada momen ikonik seperti pertemuan dengan Cohn di pesta gay (menyinggung rumor Cohn yang homoseksual), dan pernikahan dengan Ivana yang awalnya romantis tapi berubah toksik. Klimaks datang ketika Trump mulai meninggalkan Cohn yang sakit AIDS, menunjukkan sisi dingin dan pragmatisnya. Film tidak segan menampilkan sisi buruk Trump: rasisme halus, pelecehan seksual, dan ambisi tanpa batas yang menghancurkan orang sekitar. Meski berbasis fakta dari buku dan arsip, narasi terasa seperti drama fiksi dengan pacing cepat dan dialog tajam. Ending meninggalkan rasa pahit, menunjukkan bagaimana pelajaran Cohn membentuk Trump menjadi sosok yang kita kenal hari ini—berbahaya karena terlalu ambisius tanpa etika.

Pemeran dan Penampilan: Review Film The Apprentice: Trump Muda yang Berbahaya

Sebastian Stan sebagai Trump muda tampil luar biasa. Ia berhasil menangkap esensi Trump tanpa jatuh ke karikatur: aksen New York yang pas, gerak tubuh percaya diri, dan perubahan dari pemuda polos menjadi pria kejam yang dingin. Stan tidak sekadar meniru, tapi membangun karakter dengan kedalaman—penonton bisa melihat bagaimana ambisi korupsi jiwa Trump selangkah demi selangkah. Jeremy Strong sebagai Cohn mencuri perhatian dengan penampilan yang intens dan nuansa. Ia membuat Cohn terasa seperti setan penggoda yang cerdas tapi hancur oleh penyakitnya sendiri, dengan chemistry kuat bersama Stan. Maria Bakalova sebagai Ivana memberikan nuansa kuat dan independen, terutama di adegan pelecehan yang kontroversial. Pemeran pendukung seperti Martin Donovan sebagai ayah Trump menambah lapisan keluarga yang toksik. Secara keseluruhan, akting jadi kekuatan utama—semua terasa autentik dan mendukung nada gelap film tanpa overacting.

Elemen Drama dan Kontroversi

Film ini unggul dalam menggabungkan drama biografi dengan elemen thriller politik. Tipu daya Trump digambarkan sebagai seni yang dipelajari dari Cohn: manipulasi media, tuntutan hukum palsu, dan negosiasi yang licik untuk membangun kerajaan bisnis. Ada kritik tajam terhadap kapitalisme Amerika 1970-an—Trump muda terlihat sebagai produk sistem yang menghargai keberhasilan tanpa etika. Kontroversi muncul dari adegan pelecehan seksual terhadap Ivana, yang berdasarkan klaim perceraian nyata tapi dibesar-besarkan untuk dampak dramatis, memicu gugatan dari Trump. Visual New York era 70-an digambarkan autentik dengan warna-warna dingin dan musik yang menekankan ketegangan. Sinematografi Roger Deakins memberikan nuansa noir yang pas untuk cerita ambisi berbahaya. Beberapa kritik menyebut film terlalu bias anti-Trump dan kurang netral, tapi bagi yang mencari potret gelap tentang asal-usul seorang pemimpin kontroversial, ini terasa tepat sasaran. Film ini bukan dokumenter, melainkan drama yang menggunakan fakta untuk membangun narasi tentang bahaya ambisi tanpa batas.

Kesimpulan

The Apprentice adalah biografi yang berani dan mencekam, berhasil menyajikan Trump muda sebagai sosok berbahaya yang dibentuk oleh ambisi dan mentor kejamnya. Sebastian Stan dan Jeremy Strong memberikan penampilan brilian yang membuat film ini lebih dari sekadar kontroversi politik—ini cerita tentang tipu daya yang sempurna dalam dunia bisnis dan kekuasaan. Meski bias terasa kuat dan beberapa adegan terlalu sensational, film ini layak ditonton bagi yang ingin memahami akar seorang figur publik kontroversial. Skor keseluruhan: 8/10—drama yang tajam, gelap, dan sangat relevan di era politik saat ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *