Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem. The Substance karya Coralie Fargeat yang tayang sejak akhir 2024 langsung menjadi salah satu film body horror paling ekstrem dan dibicarakan hingga awal 2026. Demi Moore berperan sebagai Elisabeth Sparkle, bintang TV yang mulai menua dan menggunakan zat misterius untuk menciptakan versi muda dirinya bernama Sue (Margaret Qualley). Dengan durasi 141 menit dan rating R, film ini sudah meraup lebih dari US$45 juta secara global dari budget sekitar US$17 juta—sukses besar untuk film indie dewasa. Rating Rotten Tomatoes 88% dari kritikus dan 82% dari penonton, dengan pujian besar atas keberanian visual dan performa Demi Moore. Pertanyaannya: apakah The Substance benar-benar body horror paling ekstrem tahun ini, atau hanya mengandalkan gore tanpa kedalaman? BERITA BOLA
Visual dan Gore yang Tidak Kompromi di Film The Subtance
Coralie Fargeat tidak main-main dalam menampilkan body horror. Transformasi Elisabeth menjadi Sue digambarkan dengan detail yang sangat grafis—kulit robek, tulang bergeser, darah mengalir deras, dan tubuh yang “terbelah” secara fisik. Adegan injeksi zat, regenerasi sel, dan degradasi tubuh di babak akhir menjadi salah satu yang paling disturbing di layar lebar tahun ini. Efek praktis (prostetik dan makeup) sangat dominan—hampir tidak ada CGI murahan, sehingga setiap luka, retakan kulit, dan deformasi terasa nyata dan menyakitkan. Warna merah darah yang sangat jenuh, pencahayaan neon pink-biru, dan close-up ekstrem pada tubuh membuat visual film ini sangat khas dan tidak bisa dilupakan. Setiap frame terasa seperti lukisan horor yang hidup—indah sekaligus mengerikan. Bagi yang suka body horror seperti Titane atau Raw, The Substance ini naik level dalam hal keberanian dan detail gore.
Performa Demi Moore dan Margaret Qualley: Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem
Demi Moore memberikan penampilan paling berani dan kuat dalam karirnya. Sebagai Elisabeth yang insecure karena usia, ia rela tampil tanpa filter—telanjang penuh, close-up wajah penuh kerutan, dan transformasi tubuh yang sangat jujur. Moore berhasil menyampaikan rasa takut, marah, dan keputusasaan dengan sangat dalam—ia membuat penonton ikut merasakan rasa sakit dan rasa malu karakternya. Ini mungkin comeback terbaiknya sejak Ghost. Margaret Qualley sebagai Sue juga tampil luar biasa—ia bawa energi muda yang segar tapi perlahan menunjukkan sisi gelap dan egois yang sama dengan Elisabeth. Chemistry keduanya (meski satu orang) terasa sangat kuat dan mencekam—mereka seperti dua sisi cermin yang saling membenci tapi tak bisa lepas. Dennis Quaid sebagai produser TV misoginis juga mencuri perhatian dengan peran yang sangat menjijikkan tapi tepat.
Kelemahan Cerita dan Pacing: Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem
Cerita menjadi kelemahan terbesar film ini. Plot sangat tipis—hanya rangkaian transformasi dan konflik antara Elisabeth dan Sue yang dihubungkan dengan alur sederhana. Tidak ada penjelasan mendalam mengapa zat itu ada atau bagaimana cara kerjanya, dan endingnya terasa terbuka tapi tidak memuaskan. Banyak penonton merasa setelah 90 menit gore terus-menerus, film kehilangan daya kejut dan jadi repetitif. Pacing di tengah agak lambat karena terlalu banyak fokus pada proses transformasi tanpa maju plot signifikan. Bagi yang mencari narasi atau pesan sosial yang lebih dalam, film ini terasa kosong dan hanya mengandalkan shock value. Beberapa bilang ini “terlalu banyak gore untuk satu ide”.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia yang menyukai extreme horror menyambut sangat antusias—film ini laris di bioskop-bioskop tertentu yang berani tayangkan versi tanpa potongan, dengan banyak diskusi soal adegan paling sadis dan performa Demi Moore. Box office US$45 juta (dengan proyeksi akhir US$70–90 juta) termasuk sukses besar untuk film gore indie dengan rating R. Di media sosial, klip transformasi dan adegan akhir jadi viral meski banyak yang beri trigger warning. Film ini juga memicu perdebatan besar soal batas gore dalam horor modern—apakah kekerasan ekstrem masih punya nilai artistik, atau sudah jadi eksploitasi semata? Banyak yang bilang ini puncak body horror 2025 dan layak disebut sebagai salah satu film paling berpengaruh dalam genre.
Kesimpulan
The Substance adalah body horror paling ekstrem dan berani tahun 2025 yang berhasil jadi salah satu film paling mengganggu sekaligus paling memorable. Demi Moore memberikan penampilan paling berani dan kuat dalam karirnya, efek praktis luar biasa, dan keberanian Coralie Fargeat dalam menampilkan kekerasan tanpa kompromi membuat film ini layak ditonton bagi penggemar genre. Meski cerita sangat tipis dan pacing kadang repetitif, film ini tetap jadi tontonan yang sangat kuat dan tidak bisa dilupakan. Worth it? Ya—tapi hanya kalau kamu punya perut kuat dan suka horor tanpa batas. Kalau suka film seperti Titane, Raw, atau Crimes of the Future, ini wajib. Nonton kalau berani—siapkan mata dan perut yang kuat. The Substance bukan sekadar horor, tapi pernyataan keras tentang tubuh, usia, dan obsesi kecantikan. Film ini ekstrem—dan itulah yang membuatnya spesial bagi penggemar genre. Layak dapat tempat di daftar tontonan horor dewasa 2025–2026.
